Risiko Bisnis Properti yang Perlu Dihindari

Risiko Bisnis Properti yang Perlu Dihindari dan Penanganannya

Potensi bisnis properti di Indonesia memang menjanjikan untuk digunakan dalam investasi jangka panjang dan membuka banyak peluang keuntungan. Karena jumlah permintaan hunian tidak pernah surut seiring dengan bertambahnya penduduk.

Menurut data Real Estate Indonesia (REI), meski sempat melewati Pemilu yang tidak berlangsung mulus sepenuhnya, kenaikan pertumbuhan properti secara tahunan terus mengalami kenaikan. Pada kuartal 1/2019,  pertumbuhan properti tahunan (year on year) naik  mencapai 5,49% dibandingkan dengan tahun lalu 3,18%. Dan, penjualan hunian untuk masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas diprediksi secara year on year 2018 dan 2019 pertumbuhan penjualan mencapai 20%, dan kenaikan harga 0,4%.

Walaupun bisnis properti selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, bisnis ini juga tidak terlepas dari risiko. Selain bukan merupakan sesuatu yang bersifat likuid seperti saham, deposito, maupun investasi lainnya, kemungkinan risiko bisnis properti yang akan dihadapi lebih terihat nyata. Karenanya, sangat penting untuk melakukan identifikasi risiko atas bisnis properti terhadap aset-aset yang dimiliki, baik kepemilikan aset oleh individu maupun perusahaan yang memiliki kepentingan atas aset properti.

Beberapa risiko yang bisa menimpa bisnis dan atau aset properti adalah sebagai berikut:

  • Kenaikan harga tanah dan harga bahan konstruksi.
  • Kerugian properti akibat bencana alam seperti banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi sampai tsunami.
  • Kerugian akibat risiko yang bisa menimpa kapan saja seperti kebakaran, sambaran petir, asap, kejatuhan pesawat.
  • Kerusakan aset properti yang disebabkan karena air seperti badai, banjir sampai angin topan.
  • Pengaruh terorisme dan situasi politik.
  • Serangan cyber terhadap sistem internal perusahaan properti.

Berbagai risiko diatas membuat para pelaku bisnis properti harus cermat dalam merancang property risk management atau manajemen risiko properti. Salah satu cara yang paling efektif dalam meminimalisir risiko kerugian secara finansial terhadap aset properti adalah memiliki asuransi properti yang bisa menjamin perlindungan bangunan dan/atau isinya.

Ada banyak produk asuransi untuk menjamin aset properti sesuai dengan kebutuhan dan risiko. Jika ragu untuk memilih produk asuransi properti tertentu, cobalah menggunakan jasa broker asuransi. Selain akan membantu mengidentifikasi risiko yang berpotensi merugikan bisnis properti, broker asuransi juga akan membantu memilihkan produk asuransi properti dari berbagai perusahaan asuransi.

Penggunaan jasa broker asuransi dan konsultan risiko, seperti Marsh Indonesia, dapat membantu perusahaan di bisnis properti untuk menerapkan manajemen risiko secara tepat. Marsh  akan membantu menghindari, mengurangi atau bahkan mentransfer risiko properti. Penanganan strategi bisnis properti Marsh Indonesia terhadap klien dimulai dari mengidentifikasi struktur risiko sampai pemilihan program asuransi bisnis properti dalam penanganan risiko tersebut. Dilanjut dengan verifikasi daya saing aset yang dimiliki klien dan perspektif total biaya risiko.

Hal ini tentu saja bermanfaat bagi pemilik aset baik untuk keperluan komersil maupun untuk keperluan pribadi. Memiliki produk asuransi properti yang tepat juga memberikan nilai tambah bagi pemilik bisnis properti.

Kasih Tanggapanmu Dong