Perbedaan E-Paspor dengan Paspor Biasa

Perbedaan E-Paspor dengan Paspor Biasa untuk Traveling

Perbedaan E-Paspor dengan Paspor Biasa ➤ Penjelasan tentang jenis-jenis paspor dilengkapi dengan biaya pembuatan paspor dan kelamahan.

Paspor merupakan dokumen yang wajib ada saat Kamu berkunjung ke negara lain. Paspor diterbitkan oleh negara yang bersangkutan secara langsung. Misalnya di Indonesia, maka paspor tersebut dibuat oleh negara Indonesia. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, kini sudah ada e-paspor yang dapat dijadikan pilihan. Tentu saja ada perbedaan e-paspor dan paspor biasa yang penting diketahui.

Perbedaan E-Paspor dengan Paspor Biasa Indonesia

Perbedaan E-Paspor dengan Paspor Biasa

Antara e-paspor dan paspor biasa ternyata memiliki banyak perbedaan. Tidak hanya dari sisi bentuknya saja. Dan banyak orang yang menganggap bahwa e-paspor lebih praktis dan mudah dibandingkan dengan paspor yang biasa. Khususnya saat berurusan dengan imigrasi. Di bawah ini adalah beberapa perbedaan dari e-paspor dan paspor biasa tersebut. Baca juga: Cara Perpanjang Paspor Secara Online Terbaru

1. Chip Paspor

Perbedaan di antara paspor biasa dengan e-paspor yang pertama adalah dari sisi instrumen yang terdapat pada paspor tersebut. Dimana, untuk jenis e-paspor telah dilengkapi dengan chip khusus yang terlihat di bagian sampul depan paspor. Sedangkan pada paspor biasa atau paspor konvensional tidak ada chip yang serupa. Ini merupakan perbedaan yang dapat dilihat secara fisik dari kedua paspor tersebut.

Adanya chip pada e-paspor tersebut membuat paspornya semakin aman dibandingkan dengan jenis paspor biasa. Hal ini disebabkan karena chip tersebut dapat menyimpan data biometrik, sehingga paspor-nya menjadi tidak mudah untuk dipalsukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

2. Data Biometrik

Selain berbeda dari segi instrumen chip pada paspor, antara e-paspor dengan paspor biasa juga berbeda dari segi kelengkapan datanya. Untuk jenis e-paspor memiliki data yang lebih akurat dan lebih lengkap. Di antaranya adalah dengan mencantumkan data biometrik dari pemilik paspor. Sedangkan pada paspor biasa, data yang tercantum di dalamnya hanya seputar data dari pemilik paspor saja.

Yang dimaksud dengan data biometrik adalah jenis data yang mencantumkan beberapa sisi penting seperti data pemindahan bentuk wajah, data sidik jari. Paspor jenis ini sudah banyak digunakan di negara-negara maju dan menggunakan standar internasional.

3. Kemudahan Mengurus Visa

Adapun perbedaan e-paspor dengan paspor biasa yang selanjutnya adalah dari sisi kemudahan dalam pengurusan visa. Beberapa negara memperbolehkan pengunjungnya bebas visa bagi yang sudah memiliki e-paspor. Sehingga, banyak traveler yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkunjung ke negara lain tanpa ribet.

Dengan demikian, pengurusan dari negara tujuan pun juga akan lebih praktis, mudah dan cepat. Sementara pada paspor biasa tidak bisa mengakses layanan ini.

4. Auto Gate

Selain beberapa perbedaan yang telah disebutkan di atas, masih ada lagi perbedaan lain dari paspor biasa dan e-paspor. Yaitu perbedaan dari segi kenyamanan auto gate. Adanya e-paspor memungkinkan para pemilik paspor untuk masuk secara mandiri ke auto gate kemudian melakukan pemindaian paspor sendiri. Dengan adanya kemudahan ini, pemilik paspor tidak perlu antri untuk pemeriksaan imigrasi.

Layanan auto gate ini hanya diperuntukkan bagi para pemegang e-paspor. Namun, tidak untuk Kamu yang masih menggunakan paspor biasa. Dan untuk layanan yang menyediakan auto gate ini di Indonesia masih terbuka di Bandara Internasional Jakarta dan Bandara Bali.

5. Biaya Pembuatan paspor

Tidak hanya itu, biaya pembuatan e-paspor dan juga paspor biasa memiliki perbedaan tersendiri. Hal ini disebabkan karena instrumen pada e-paspor yang lebih lengkap sehingga membutuhkan biaya yang lebih banyak dibandingkan dengan paspor biasa. Untuk paspor biasa, kamu cukup menghabiskan uang sebesar Rp. 355.000 sejak tahun 2018.

Sementara jika Kamu membuat e-paspor, maka harus mengeluarkan yang sekitar Rp. 655.000,00. Jika dilihat sekilas, selisih harga antara paspor biasa dengan e-paspor adalah hampir dua kali lipat. Dan ternyata, perbedaan biaya tersebut diberlakukan juga untuk proses perpanjangan paspor.

6. Pemeriksaan Imigrasi

Antara paspor biasa dan e-paspor juga berbeda dari segi pemberlakuan saat proses pemeriksaan imigrasi di bandara. Jika Kamu menggunakan paspor biasa, maka petugas bandara harus membuka halaman paspor-nya satu per satu. Tentu saja mulai dari halaman depan hingga seterusnya.

Sedangkan untuk jenis e-paspor, petugas cukup memindai dengan menggunakan mesin khusus. Hal ini disebabkan karena seluruh data dari pengguna paspor telah tersimpan dengan baik di chip yang terdapat di bagian depan paspornya. Adanya e-paspor ini juga memudahkan petugas bandara saat melakukan verifikasi identitas dan paspor kamu.

Adanya perbedaan e-paspor dengan paspor biasa tersebut membuat banyak orang menjadi lebih tertarik dengan e-paspor. Sehingga, banyak dari mereka yang memperpanjang paspor biasa dengan e-paspor, bahkan sebelum masa berlaku dari paspor biasa tersebut habis. Inilah wujud dari perkembangan teknologi yang semakin modern sehingga semua proses, termasuk masalah paspor lebih mudah dan praktis.

Situs Ditjen Imigrasi: http://www.imigrasi.go.id/