Nami Island, Pulau yang Indah dan Romantis di Korea

Nami Island, Pulau yang Indah dan Romantis di Korea

Dalam artikel ini saya akan menceritakan perjalanan pribadi saya ke Nami Island dan beberapa tempat di sekitarnya seperti Petite France dan Garden of Morning Calm. Perlu diketahui sebelumnya bahwa saya bukanlah tipe orang yang suka dengan hal-hal Korea sebelumnya. Saya tidak menyukai K-Pop, K-Drama, dan K-K lainnya. Jadi saya nggak begitu paham tentang Korea seperti apa.

Selama dua minggu di Korea saya terjebak dengan dinginnya kota Seoul. Membuat saya selalu mendekam di dalam kamar, kalaupun keluar hanya sekedar membeli makan dan kemudian masuk kamar lagi. Hingga suatu ketika ada saran dari anggota group Facebook mengenai tempat wisata Namiseom atau lebih akrab kita sebut Nami Island. Katanya itu adalah salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan Indonesia ketika di Korea.

Mereka menyarankan untuk menggunakan tour guide, namun hati saya yang memiliki jiwa petualang ini memberontak. Saya tak begitu tertarik dengan bantuan tour guide, saya merasa berjuang sendiri akan lebih menarik, apalagi bisa sampai tersesat. Bisa jadi cerita ketika pulang ke Indonesia, haha. Akhirnya tanpa berifkir panjang saya dan teman memutuskan untuk berangkat ke Nami Island.

Cara Berangkat ke Nami Island dari Seoul

Yang saya ketahui ada dua opsi. Yang pertama adalah beli tiket dari travel agent seperti Kloox, dll. Dan yang kedua adalah menggunakan Subway. Saya memilih yang kedua.

Saya lupa turun di stasiun mana saja, namun jika kalian akan kesana saya sarankan untuk download aplikasi Naver Map. Saya sangat terbantu dengan aplikasi ini. Tinggal memasukkan tujuan keberangkatan, nanti akan secara otomatis dia ngasih tau harus ke stasiun mana, arah mana, dan berapa harganya. Dan stasiun terakhir untuk menuju ke Namiseom adalah Gapyeong station. Gapyeong adalah nama sebuah Kabupaten. Nah Nami Island berada di Kabupaten Gapyeong ini.

Sesampainya di stasiun kami tak tahu harus kemana lagi. Yang jelas tujuan pertama adalah penginapan. Perihal lain-lain pikir nanti saja, karena hawa begitu dingin otak kami membeku susah berfikir. Penginapan kami ada di Walking Sky Pansion. Kami menggunakan taksi yang berada di depan stasiun untuk menuju villa. Dan kami menginap dua malam disini.

Walking Sky Pansion
Halaman Belakang Penginapan
Halaman belakang penginapan, paginya setelah malam turun salju

Shuttle Bus ke Nami Island

Keesokan harinya petualangan dimulai. Kami tahu lokasi Nami Island namun tidak tahu bagaimana menuju kesana. Andai saja ada ojek online pasti sangat membantu. Saya coba tanya kepada penjaga villa, dengan perjuangan dalam memahami bahasa isyarat, akhirnya kami paham. Bahwa ada Shuttle Bus yang bisa membawa kami keliling tempat wisata disana satu hari penuh!

Nah inilah yang saya kagum kepada pemerintah setempat. Di Gapyeong ini ada banyak tempat wisata, dan mereka menyediakan Bus yang selalu muter dari pagi sampai malam yang akan membawa wisatawan berkeliling. Cukup membayar sekali untuk seharian muter-muter sampai mampus.

Menyeberang ke Pulau Namiseom

Nami Island sesuai dengan namanya ialah sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh waduk. Namun ternyata bukan sekedar pulau, ternyata itu adalah negara merdeka. Jadi untuk masuk kesana kita harus melewati semacam imigrasi, namun ya nggak seserius ketika di bandara. Kita di wajibkan membeli tiket masuk dan menunggu kapal ferry untuk menyeberang. Penyeberangan tak begitu lama, mungkin sekitar 10 menit sudah sampai ke Nami Island.

Penyeberangan ke Nami Island
Diatas kapal fery ketika menyeberang ke Nami Island

Seperti Apa Suasana Nami Island?

Jika Anda adalah penggemar Drama Korea pasti sudah tak asing dengah tempat ini. Tempat ini menjadi latar serial Winter Sonata. Saya akan mencoba bercerita melalui foto ya.

Karena pulaunya yang tak begitu luas, hal pertama yang kami lakukan ialah mengelilingi pulau di tiap ujungnya. Disediakan semacam jalan dari kayu di pinggir pulau, sehingga menjadi spot foto yang menarik.

Menyusuri Pinggiran Nami Island
Menyusuri Pinggiran Nami Island
Menyusuri Pinggiran Nami Island
Ada juga semacam majalah dinding yang berisi foto-foto serial Winter Sonata. Dan ya, sayangnya dirusak oleh tangan-tangan jahil wisatawan. Dari nama-namanya sih sepertinya wisatawan Malaysia dan Indonesia. Kamu jangan begitu ya.
Majalah Dinding Serial Winter Sonata
Karena mereka sadar bahwa kebanyakan wisatawan adalah beragama Islam, maka banyak sekali dijumpai makanan yang non-pork. Seperti sosis ikan yang saya beli ini. Lumayan untuk menunda lapar.
Beli Sosis Ikan di Namiseon
Dan tak lupa, foto dengan background serial Winter Sonata. Di jajaran pepohonan yang ditanam sangat rapi ini. Oh ya, spot seperti ini tidak hanya satu di Namiseom. Tapi ada beberapa, untuk itu telusurilah, cobain semuanya dan kasih tau saya mana yang paling bagus. Hehe
Foto Ala Winter Sonata di Namiseon
Demikian cerita saya tentang pengalaman berkunjung ke Pulau Nami saat pergantian musim Dingin ke Musim Semi tahun 2019. Saya sangat menunggu cerita Anda, dan jika ingin di publikasikan di web ini, hubungi saya di halaman kontak. Cheers!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *