Bahasa Thailand Harian Untuk Traveler dari Indonesia

Bahasa Thailand Harian Untuk Traveler dari Indonesia

Belajar bahasa Thailand sehari-hari untuk persiapan liburan ke Thailand. Terima kasih dan penyebutan angka serta mata uang Baht.

Apakah kamu punya rencana untuk pergi ke Thailand tahun ini? Atau mungkin bulan depan atau kapanpun itu. Yuk persiapkan dengan belajar Bahasa Thailand. Tidak, kamu tidak perlu fasih cuman buat persiapan dirimu untuk mengunjungi negara yang indah ini. Artikel ini sangat cocok bagi kalian yang sebagai pemula dalam belajar Bahasa Thailand, hmm termasuk saya pun masih pemula haha 😀

Belajar Bahasa Thailand

Tergantung Jenis Kelamin

Bahasa Thailand itu sangat unik dan tentu juga susah. Di dalam Bahasa Thailand itu sendiri punya perbedaan ketika kita sedang berbicara. Perbedaan itu berdasarkan gender lho, hmm kayak Bahasa perancis pun begitu. Pasti kalian sudah bisa menebak apa yang saya maksud?

Yep di akhir kalimat atau ketika kita bicara terdapat penambahan kata “Kha dan Kab/ Krub/ Khap” yahh penulisannya bisa beda beda namun pengucapannya pun sama.

Penambahan “Kha” untuk kalian para wanita, seperti saya. Contohnya, “Chan ceu Salma Kha” artinya “Nama saya Salma”. Penambahan “Kha dan Kab” untuk membuat percakapan kita lebih sopan, namun teman saya yang Thai bilang katanya biar cute aja haha :D.

Ucapan Salam

So kuy mari belajar Bahasa Thailand yang simple simple aja. Pelajaran pertama itu ucapan salam yang umum kita dengar. “Sawaddi kha/kab” artinya selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam.

Kalian bebas ngucapin kalimat itu ketika ketemu sama pedagang atau taxi yang sedang kalian tumpangi. Kalau ingin tambah sopan, tambahin hormat dengan menyatukan kedua telapak tangan di depan wajah, kira-kira setinggi dagu seperti posisi orang yang sedang berdoa.

Terima Kasih

Kedua yang sangat penting adalah ucapan terima kasih. “Khob khun kha/kab” artinya terima kasih. Kalau mau lebih sopan banget bisa pake “Khob khun na kha/krub”. Dan dibalas dengan “Mâi pen raì” artinya sama sama

Sapaan di Thailand

Ketiga yaitu sebutan yang sopan, kalau di Indonesia itu seperti mas, mbak gitu kalau manggil yang lebih tua dari kita. Kalau di Thailand kalian tinggal bilang “Phi” artinya kakak, nah “Phi” ini untuk semua orang yang lebih tua dari kita dan tidak dibedakan berdasarkan gender.

Contohnya “Sawaddi kha phi ked” artinya selamat pagi/siang/malam kakak Ked. Kalau sebutan untuk adek bisa pakai “Nong”. Contohnya “Sawaddi kha, nong On” artinya selamat malam, dek On.

Oh ya kalimat IYA dan TIDAK itu juga penting yakni digunakan untuk menyetujui suatu permintaan atau menolaknya. Misalnya “Chai kha/kab” artinya iya. “Mai chai kha/kab” artinya tidak/bukan.

Baca juga: Musim di Thailand Disertai Penjelasan dan Tempat Wisata

Angka Bahasa Thailand

Kalian at least tahu nama-nama angka dalam Bahasa Thailand. 1 = neng, 2 = song, 3 = sam, 4 = si, 5 = ha, 6= hok, 7 = pet, 8 = jet, 9 = kao, 10 = sip.

Penyebutan Uang Baht

Lalu, nama-nama nominal uang dalam Baht pun penting. Jadi dari angka angka diatas tinggal ditambah baht. Contoh : 5 baht ( Ha baht), 9 baht ( Kao baht). Kalau nominalnya puluhan di akhir ditambah “sip baht” contoh 30 baht ( sam sip baht), pengecualian untuk 20 baht ( yi sip baht) bukan “song sip”. 25 baht (yi sip ha baht). Kalau nominalnya 100 an tinggal ditambah “loy baht” . contoh 100 baht ( neng loy baht). 300 ( sam loy baht ).

Tanya Harga

Pasar di Bangkok Thailand

Setelah itu kalian juga perlu belajar buat tanya harga kepada penjual, nih paling practicable haha waktu kalian mau beli oleh-oleh, menawar taksi atau beli sesuatu. Tinggal bilang “Phi kha, tâo-rài kha/kab ?” artinya mas/ mbak harganya berapa ?

Nah itu pelajaran Bahasa Thailand bagi pemula yang ingin traveling ke Thailand. Tidak perlu takut dan malu untuk mengucapkan karena dengan kalian mencoba berbahasa thai itu sudah di appreciate oleh warga asli thai-nya. Kalau kepepet gatau ya Bahasa inggris atau bahasa isyarat. Heheu

Have a nice holiday ! see you na cha.

Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Thai

***

Artikel ditulis oleh Salma Fuadiyah yang sedang menempuh Master di Thailand

Kasih Tanggapanmu Dong